KRISTEN; “Diantara Firman & Mitos”

Sudah bukan rahasia lagi, Alkitab memang mengandung cerita dongeng, epic, mitos, legenda, mistis, imajinasi dan (maaf) hoax.

Kesamaan karakter ataupun kisah di dalam Alkitab dengan mitologi, keduanya sudah tak terbantahkan lagi dan keduanya terdokumentasi dengan apik pada zaman sekarang dengan bukti-bukti scripture maupun manuskrip kuno.

Epic Trinity

Bias agama yang demikian ekstrim telah meliputi dunia ini sehingga jarang orang mengetahui informasi yang benar.

Dalam bagian yang singkat ini kami akan mencoba untuk menunjukkan kesamaan antara dua narasi Alkitab yang krusial: “The Genesis story” dan Karakter Yesus Kristus” yang akan kami komparasi dengan cerita-cerita mitologi kuno.

Kisah banjir bandang dalam kitab Kejadian (Alkitab) adalah “foto copy” dari The Epic Of Gilgamesh yang sudah ada sekitar 2600’an tahun sebelumnya.

Gilgamesh, menurut Daftar raja Sumeria, adalah raja kelima Uruk (Dinasti Awal II, dinasti pertama Uruk), anak laki-laki Lugalbanda, yang memerintah sekitar 2650 SM. Menurut legenda, ibunya adalah Ninsun, (yang kadang-kadang disebut Ramat Ninsun), seorang dewi. Yang membingungkan, ceritanya menggambarkan bahwa Gilgamesh dua-pertiga dewa dan sepertiga manusia.

Berikut ini adalah beberapa elemen persamaan antara kitab Kejadian dengan epic Gilgamesh
1. “Tuhan”/dewa memutuskan untuk mengirim banjir di seluruh dunia. Sehingga pria, wanita, anak-anak, bayi dan balita, serta semua hewan darat dan burung semuanya akan musnah.
2. “Tuhan”/dewa mengtahui satu orang yang benar, Ut-Napishtim atau Noah/Nuh.
3. “Tuhan”/dewa memerintahkan sang Pahlawan tersebut untuk membangun bahtera dari kayu, dan sang Pahlawan awalnya mengeluh tentang tugas untuk membangun perahu tersebut.
4. Bahtera itu akan memiliki banyak kompartemen, satu pintu, disegel dan menjadi rumah dari setiap spesies hewan.
5. Hujan besar turun menutupi tanah dengan air bah.
6. Bahtera mendarat di sebuah gunung di Timur Tengah.
7. Dua burung kembali ke bahtera. Burung ketiga tampaknya menemukan lahan kering karena ia tidak kembali.
8. Sang Pahlawan dan keluarganya meninggalkan bahtera, ritual membunuh binatangpun terjadi dan menawarkannya sebagai korban.
9. Dewa/“tuhan” tampak benar-benar menyesal atas genosida tersebut. “Tuhan” pun berjanji untuk tidak melakukannya lagi.

Perlu diperhatkan tingkat detail dalam persamaan ini. Ini bukan masalah pada banjir saja, tapi rincian spesifiknya, seperti: tiga burung dikirim keluar, menolak panggilan untuk membangun busur, dan seorang pria lajang yang dipilih oleh “tuhan” untuk membangun bahtera.

The flood story from “The Epic of Galgamesh”, and the Hebrew story in Genesis are very similar with almost 20 major points in common. Their texts are obviously linked in some way. Either:
● Genesis was copied from an earlier Babylonian story,
● or The Galgamesh myth was copied from an earlier Hebrew story in Genesis,
● or
Both were copied from a common source that predates them both.

Kisah banjir dari ‘The Epic of Galgamesh’, dan kisah Ibrani dalam Kejadian sangat mirip dengan hampir 20 poin utama yang sama. Teks-teks mereka jelas terkait dalam beberapa cara. Entah:
● Kejadian disalin dari cerita Babel sebelumnya,
● atau mitos The Galgamesh disalin dari cerita Ibrani awal Genesis,
● Atau Keduanya disalin dari sumber yang sama yang mendahului mereka berdua.”

Kisah epic Gilgamesh sangat populer pada jamannya, anda keliru jika menganggap para penulis kitab Kejadian tidak tahu tentang epic Gilgamesh ini.

Bahkan kisah Yesus sendiri adalah “reproduksi” dari banyak karakter sebelumnya. Bahkan yang menarik, ternyata kisahnya itu cukup variatif, terkadang terkesan sangat dekat dari aslinya tetapi terkadang terkesan beda, walaupun demikian kita tetap masih dapat mengambil benang merahnya.

Kisah Yesus lebih mirip mozaik atau puzzle dari kumpulan potongan kisah dan karakter di masa lalu.

Berikut ini adalah beberapa contohnya:
1. Asklepios, ia menyembuhkan orang sakit, membangkitkan orang mati, dan dikenal sebagai penyelamat dan penebus.

2. Hercules lahir dari seorang ayah dan ibu “ilahi”, ia fana dan dikenal sebagai penyelamat dunia. Seorang Nabi meramalkan kelahirannya dan mengklaim bahwa ia akan menjadi raja, dalam kisahnya ia dicari oleh seorang pemimpin yang ingin membunuhnya.

Dia berjalan di atas air dan mengatakan kepada ibunya, “Jangan menangis, aku akan ke surga” ketika ia meninggal. Saat ia melewati sakaratul maut dia berkata, “Sudah selesai”.

3. Dionysus (harfiah “Anak Allah”), lahir dari salah seorang istri dewa Zeus, sering digambarkan mengendarai seekor hewan. Ia menyembuhkan orang sakit dan ia merubah air menjadi anggur.

Dalam mitologi Yunani, Dionisos (bahasa Yunani:Διόνυσος atau Διώνυσος) adalah dewa anggur (arak) dan selalu diasosiasikan sebagai dewa pesta. Misi dari Dionisos adalah untuk membunyikan alat musik aulos dan mengakhiri rasa khawatir.

Ia tewas dibunuh tetapi bangkit dan menjadi abadi. Prestasi terbesarnya adalah kematiannya sendiri, yang mendedikasikan sisi “humanismenya”.

4. Osiris terkadang disebut “raja orang hidup”, karena orang Mesir kuno percaya bahwa orang meninggal yang terberkati disebut “ia yang hidup”. Ia juga dianggap sebagai hakim yang pengasih dan pengampun. Osiris berhasil bangkit dari kematian.

Pemujaan Osiris (yang merupakan dewa utama kebangkitan dan kelahiran kembali) sangat terkait dengan konsep keabadian.

Sebagian menganggapnya sebagai raja sejati pertama bangsa manusia.

5. Anak Osiris, Horus, dikenal sebagai “terang dunia”, “The good shepherd”, dan “domba”. Dia juga disebut sebagai, “Jalan, Kebenaran Dan Hidup”. Simbol-Nya adalah salib.

Horus adalah salah satu dewa paling penting dalam agama Mesir Kuno, ia dipuja sejak kurun pra-dinasti hingga masa Yunani dan Romawi.

Horus dilahirkan ketika Isis menghidupkan kembali Osiris setelah Set membunuhnya. Dengan demikian Horus menjadi dewa kelahiran kembali seperti Persephone dan Dionysos dalam mitologi Yunani, Attis atau Tammuz di Asia Barat, dan Yesus dalam agama Kristen.

6. Mithra (Miθra) adalah dewa (yazata) perjanjian dan sumpah dalam Zoroastrianisme.

Ulang tahun Mithra dirayakan pada tanggal 25 Desember, kelahirannya disaksikan oleh gembala lokal yang membawa hadiah kepadanya, ia punya 12 murid, dan ketika ia selesai di bumi ia memiliki jamuan makan terakhir sebelum naik ke surga.

Pada hari penghakiman dia akan kembali untuk memberikan penilaian pada yang hidup dan yang mati. Yang baik akan masuk surga, dan kejahatan akan mati dalam api raksasa.

Liburannya adalah pada hari Minggu (dia adalah Dewa Matahari). Para pengikutnya menyebut diri mereka “saudara” (brother), dan pemimpin mereka “ayah/bapa” (father).

Mereka memiliki baptisan dan ritual makan dimana daging adalah simbol dari darahnya. Surga berada di langit, dan neraka di bawah beserta setan dan manusia pendosa.

7. Krishna, dalam beberapa tradisi perguruan Hindu, misalnya Gaudiya Waisnawa, ia dianggap sebagai manifestasi dari kebenaran mutlak, atau perwujudan Tuhan itu sendiri, dan dalam tafsiran kitab-kitab yang mengatasnamakan Wisnu atau Kresna, misalnya Bhagawatapurana, ia dimuliakan sebagai Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa. Dalam Bhagawatapurana, ia digambarkan sebagai sosok penggembala muda yang mahir bermain seruling, sedangkan dalam wiracarita Mahabharata ia dikenal sebagai sosok pemimpin yang bijaksana, sakti, dan berwibawa. Selain itu ia dikenal pula sebagai tokoh yang memberikan ajaran filosofis hinduisme.

Krishna adalah konsepsi ajaib dari orang bijak, datang dipandu oleh sebuah bintang. Setelah ia lahir, penguasa daerah mencoba memiliki dia untuk ditemukan dan dibunuh. Orang tuanya diperingatkan oleh utusan ilahi, mereka melarikan diri dan bertemu dengan gembala. Anak itupun tumbuh menjadi perantara antara Allah dan manusia.

8. Sang Buddha atau Siddhartha Gautama adalah guru spiritual dari wilayah timur laut India.

Ia secara mendasar dianggap oleh pemeluk Agama Buddha sebagai Buddha Agung (Sammāsambuddha).

Siddhartha Gautama merupakan figur utama dalam agama Buddha, keterangan akan kehidupannya, khotbah-khotbah, dan peraturan keagamaan yang dipercayai oleh penganut agama Buddha dirangkum setelah kematiannya dan dihafalkan oleh para pengikutnya.

Pengajaran akan Siddhartha Gautama diberikan secara lisan, dan bentuk tulisan pertama kali dilakukan sekitar 400 tahun kemudian.

Pada saat ia lahir, dua arus kecil jatuh dari langit, yang satu dingin sedangkan yang lainnya hangat. Arus tersebut membasuh tubuh Siddhartha. Siddhartha lahir dalam keadaan bersih tanpa noda/kudus.

Oleh para pertapa di bawah pimpinan Asita Kaladewala, diramalkan bahwa Pangeran kelak akan menjadi seorang Chakrawartin (Maharaja Dunia) atau akan menjadi seorang Buddha.

Ibunya Gautama diberitahu oleh “malaikat” bahwa ia akan melahirkan seorang anak yang kudus ditakdirkan untuk menjadi penyelamat.

Sebagai seorang anak ia mengajarkan para imam di pelipisnya tentang agama sementara orang tuanya mencarinya. Dia memulai karir religinya pada usia 30 tahunan dan dikatakan telah berbicara kepada 12 murid di ranjang kematiannya.

Salah satu murid adalah favoritnya, dan lainnya adalah pengkhianat. Dia dan murid-muridnya menjauhkan diri dari kekayaan, hidup dalam pengembaraan, gemar bicara dalam perumpamaan dan metafora.

Dia menyebut dirinya “anak manusia” tetapi ia disebut sebagai, “nabi”, “master”, dan “Tuhan”. Ia menyembuhkan orang sakit, menyembuhkan yang buta dan tuli, dan ia berjalan di atas air. Salah satu muridnya mencoba untuk berjalan di atas air juga tapi tenggelam karena imannya tidak cukup kuat.

9. Apollonius dari Tyana “Yesus kontemporer” melakukan mukjizat yang tak terhitung jumlahnya (penyembuhan penyakit dan lumpuh, penglihatan dipulihkan, dicor setan, dll) kelahiran-Nya dari seorang perawan, diramalkan oleh seorang malaikat. Dia tahu kitab suci dengan sangat baik sebagai seorang anak.

Dia disalibkan, bangkit dari kematian dan menampakkan diri kepada murid-muridnya untuk membuktikan kekuasaannya sebelum pergi ke surga untuk duduk di sebelah kanan Bapa. Dia dikenal sebagai “Anak Allah”.

Masalahnya, tentu saja, adalah bahwa cerita-cerita tersebut telah terbit pada ratusan hingga ribuan tahun sebelum kelahiran Yesus.

Sebagian pakar menyatakan bahwa, segala sesuatunya sama, seseorang tidak harus mencari penjelasan rumit bila yang lebih sederhana yang tersedia. Tidak ada yang membantah bahwa kisah-kisah lain mendahului Yahudi-Kristen Alkitab, jadi kita benar-benar hanya memiliki dua pilihan: Penjelasan agama
1. Adalah bahwa sementara cerita-cerita lain yang sangat banyak yang sama seperti yang di Alkitab, mereka semua palsu. Tapi ketika mereka terjadi dalam Alkitab (meskipun itu menjadi banyak konten yang sama), kali ini cerita itu menjadi benar. Salah satu penjelasan tentang kemiripan dengan mitos sebelumnya adalah bahwa Setan menciptakan mereka untuk memimpin orang tersesat dari Mesias yang sesungguhnya yang akan datang kemudian. Jadi pada dasarnya, ultra-kuat dan makhluk jahat (“Dibuat oleh Tuhan”) dipengaruhi manusia untuk membuat cerita menipu – ribuan tahun sebelum versi nyata – sehingga orang tidak akan percaya hal yang nyata ketika mereka melihatnya.

2. Aktifitas penjelasan alternatif adalah bahwa sifat bercerita selama periode tersebut adalah sedemikian rupa sehingga tema sentral disebarkan melalui waktu. Hal ini dikombinasikan dengan kecenderungan alami untuk memiliki unsur-unsur berulang tertentu dalam cerita, dan fakta bahwa cerita-cerita Alkitab datang setelah yang lain, menjelaskan kemiripan dengan mitos sebelumnya. Seperti kisah banjir bandang dunia, kelahiran perawan, dan orang-orang bangkit dari kematian bahwa Alkitab didasarkan pada yang palsu untuk memulai dengannya sehingga semua orang setuju pada yang palsu dalam Alkitab.

Inilah “sihir” terbesar kekristenan yang masih berlangsung sampai detik ini.

Singkatnya, Alkitab bukanlah script yang orisinil, Alkitab hanyalah literatur lain dari tema yang sudah ada, yang datang jauh pada era sebelumnya.

Apakah penjelasan ini tidak masuk akal untuk Anda?

Atau mungkin terlalu sulit untuk dicerna sehingga anda menolaknya.

Jika anda punya penjelasan terbaik, maka silahkan sampaikan di kolom komentar!

Read more
· Yesus dan Krisna-Forum Kristen.com
· Persamaan Jesus (Kristen) dan Krishna (Hindu)
· Sri Krishna danYesus Kristus – The Literature Network
· Kisah Wafatnya dan Pesan Terakhir:Krisna, Buddha,Yesus & Muhammad

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s