ALKITAB VS UNDANG-UNDANG


UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 44 TAHUN 2008
TENTANG
PORNOGRAFI

Pasal 1
Dalam Undang-Undang ini yang dimaksud dengan:
1. Pornografi adalah gambar, sketsa, ilustrasi, foto, tulisan, suara, bunyi, gambar bergerak, animasi, kartun, percakapan, gerak tubuh, atau bentuk pesan lainnya melalui berbagai bentuk media komunikasi dan/atau pertunjukan di muka umum, yang memuat kecabulan atau eksploitasi seksual yang melanggar norma kesusilaan dalam masyarakat.

Pasal 2
Pengaturan pornografi berasaskan Ketuhanan Yang Maha Esa, penghormatan terhadap harkat dan martabat kemanusiaan, kebinekaan, kepastian hukum, nondiskriminasi, dan perlindungan terhadap warga negara.

LARANGAN DAN PEMBATASAN
Pasal 4

(1) Setiap orang dilarang memproduksi, membuat, memperbanyak, menggandakan, menyebarluaskan, menyiarkan, mengimpor, mengekspor, menawarkan, memperjualbelikan, menyewakan, atau menyediakan pornografi yang secara eksplisit memuat:
a. persenggamaan, termasuk persenggamaan yang menyimpang;
b. kekerasan seksual;
c. masturbasi atau onani;
d. ketelanjangan atau tampilan yang mengesankan ketelanjangan;
e. alat kelamin; atau
f. pornografi anak.

Pasal 6
Setiap orang dilarang memperdengarkan, mempertontonkan, memanfaatkan, memiliki, atau menyimpan produk pornografi
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1), kecuali yang diberi kewenangan oleh peraturan perundang-undangan.

Pasal 11
Setiap orang dilarang melibatkan anak dalam kegiatan dan/atau sebagai objek sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4, Pasal 5, Pasal 6, Pasal 8, Pasal 9, atau Pasal 10.

Pasal 15
Setiap orang berkewajiban melindungi anak dari pengaruh pornografi dan mencegah akses anak terhadap informasi pornografi.
Pasal 16
(1) Pemerintah, lembaga sosial, lembaga pendidikan, lembaga keagamaan, keluarga, dan/atau masyarakat berkewajiban memberikan pembinaan, pendampingan, serta pemulihan sosial, kesehatan fisik dan mental bagi setiap anak yang menjadi korban atau pelaku pornografi.
(2) Ketentuan lebih lanjut mengenai pembinaan, pendampingan, serta pemulihan sosial, kesehatan fisik dan mental sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan Peraturan Pemerintah.

Diatas ini adalah Undang-Undang Republik Indonesia
Nomor 44 Tahun 2008 Tentang Pornografi, penulisannya sudah saya fokuskan pada point-point yang bisa dianggap penting untuk tema ini.

Mari kita mulai dengan beberapa pertanyaan besar untuk Alkitab Kristen…

Apakah Alkitab tidak melanggar Undang-undang ini?

Sementara di dalam Alkitab terdapat fakta-fakta sebagai berikut:
1. Di dalam Alkitab versi alkitab.sabda.org terdapat 147 ayat untuk kata dasar “sundal”.

2. Di dalam Alkitab versi alkitab.sabda.org terdapat ayat yang mengandung unsur persenggamaan

3. Di dalam Alkitab versi alkitab.sabda.org terdapat ayat yang mengandung unsur kekerasan seksual

4. Di dalam Alkitab versi alkitab.sabda.org terdapat ayat yang mengandung unsur masturbasi atau onani

5. Di dalam Alkitab versi alkitab.sabda.org terdapat ayat yang mengandung unsur ketelanjangan atau mengesankan ketelanjangan

6. Di dalam Alkitab versi alkitab.sabda.org terdapat ayat yang mengandung unsur alat kelamin

7. Di dalam Alkitab versi alkitab.sabda.org terdapat ayat yang mengandung unsur pornografi anak

Ada banyak sekali ayat-ayat semacam diatas dengan aneka nama tokoh dan setting cerita yang berbeda.

Mengingat keterbasan kolom, maka tidak mungkin bagi saya untuk menuliskannya satu persatu.

Pada bagian berikutnya akan kami hadirkan “link collection” seputar ayat-ayat Alkitab yang “diduga” mengandung unsur pornografi, anda hanya cukup meng-Klik pada gambarnya saja.

#F◎KUS!

18plus18plusporn bible
NEXT QUESTION!

Apakah patung penyaliban Yesus tidak porno?

Simak TESTIMONI berikut ini:

PENUTUP

FIAT JUSTITIA RUAT COELEOM

“Walaupun langit akan runtuh, hukum harus ditegakkan!”

LEX DURA, SED TAMEN SCRIPTA

“sekalipun isi undang-undang itu kejam, tetapi memang demikianlah bunyinya, dan harus dilaksanakan!”

Iklan