MENJAWAB SITUS isadanislam.com Edisi “Siapakah Isa Al-Masih?” (Bagian #2)

menjawab situs
isadanislam logo

Siapakah Isa Al-Masih?

BAGIAN PERTAMA ADA

DISINI

Untuk bagian kedua, mari kita mulai sekarang…

MATERI
Pertanyaan nomor 3:
3. Dari semua ayat-ayat yang dijelaskan dalam video tersebut, menurut saudara siapakah Isa Al-Masih itu sebenarnya?

JAWABAN

Bagian #2

Jawaban kami mulai dengan sesuatu yang mendasar.

Pertama, jika Muslim berapologi dengan ayat-ayat Alkitab maka hal ini wajar adanya. Kenapa? Karena Alkitab ada jauh sebelum Al-Qur’an, baik Alkitab maupun kitab-kitab terdahulu lainnya, semuanya menjadi tantangan berfikir bagi kami kaum Muslimin. Maka adalah wajar jika kami mempelajari dan meneliti semua isi kitab-kitab tersebut, bahkan kamipun boleh meng-komparasi-nya dengan Al-Qur’an untuk mencari dan mendapatkan kebenaran firman Tuhan yang hakiki.

Mengimani firman-firman Tuhan adalah rukun iman dan hukumnya WAJIB, yaitu termasuk ke dalam bab iman kepada kitab-kitab Allah. Tidak sempurna iman kami jika tidak mengimani firman Allah pada Injil, Taurat dan Zabur.

Kedua, adalah kekonyolan (baca: KEB*D*HAN) jika orang-orang Kristen mendasarkan apologinya kepada Al-Qur’an. “Nabinya ditolak, tetapi kitabnya (Al-Qur’an) kok dipungut?” Kenapa? Apa anda sedang (maaf) STRESS?! Apa anda tidak malu menjadi “PENGEMIS ayat” Qur’an?!

Al-Qur’an lahir ke dunia ±500 tahun pasca Alkitab, bagaimana mungkin orang-orang Kristen awal dapat mengenali kitab yang bernama Al-Qur’an yang notabene pada saat itu belum ada??

Nah, jika orang-orang Kristen awal saja tidak berapologi dengan Al-Qur’an untuk memperkuat iman mereka, kenapa anda-anda semua melakukannya? Apakah Alkitab tidak lengkap untuk anda? Apakah anda tidak percaya Alkitab sehingga anda memakai Qur’an untuk memperkuat iman anda???

Dengan kata lain, jika umat Kristen tetap memakai ayat-ayat Qur’an sebagai dasar apologetika, itu artinya anda sedang menggenapi ayat Yeremia 4:22!

Anda telah mempermalukan dan menjatuhkan harga diri orang-orang Kristen awal yang membangun kekristenan dengan susah payah.

Pengorbanan dan nyawa mereka tidak anda hargai, sudah tentu anda akan ditolak oleh mereka.

Dalam konteks ini, sebenarnya boleh-boleh saja anda memakai Qur’an sebagai dasar apologetika, tetapi ada syaratnya! Syaratnya adalah anda harus BERSYAHADAT! Kemudian anda terima Quran sebagai kebenaran! Fair bukan?!

Anda umat Kristen harus ingat!
Kami Muslim telah menerima Injil sebagai Kitabullah, menerima Yesus sebagai Nabi sekaligus Rasul Allah dan kami juga telah menjalankan syariat Tauhid yang telah diajarkan oleh beliau (’Isa), syariat tersebut diantaranya khitan, mengharamkan babi, mengharamkan patung, dll. Padahal syariat ini telah dilanggar oleh sebagian umat Kristen sendiri. Siapakah umat Yesus yang sebenarnya? Kristen atau Muslim?? (Tidak perlu anda jawab! Anda hanya perlu mendengarkan suara ikhlas dan jujur dari lubuk hati anda yang paling dalam)

Sebenarnya ulasan di atas sudah cukup untuk menjawab tipe-tipe soal semacam itu. Jawaban di atas sudah merontokkan keb*d*han si Penanya. Tetapi seperti kita ketahui, tabiat umat gereja itu keras kepala, selalu bicara dengan berteriak (histeris), dan mereka selalu menolak kebenaran yang disampaikan Muslim dengan apapun caranya, bahkan mereka tidak segan-segan mencaci maki, menghina dan berbuat dengan sejuta keb*d*han lainnya.

Baiklah mari kita sama-sama menuju kepada jawaban yang berdasarkan dalil.

Apakah kalimat “ihdinaash shiraathaal mustaqiim”- “Tunjukilah kami jalan yang lurus” (Al-Fatihah:6) merujuk kepada Isa Almasih karena dalam Yoh 14:6 “Yesus” berkata kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.”

(Nah, soal ini adalah fakta
“KEB*D*HAN” umat gereja yang sangat nyata. Mereka menyatakan ini dengan terbuka dan terang-terangan di berbagai forum dan media. Tetapi coba anda pikir! Orang-orang Kristen awal beriman kepada Kristen tanpa memakai Quran sebagai penguat bagi iman mereka! (maaf) Tindakan umat Kristen jaman sekarang benar-benar b*d*h dan tidak punya malu!)

Ini kaidahnya:
“Orang Kristen yang menghubung-hubungkan Alkitab dengan Al-Qur’an adalah keb*d*han. Sementara orang Islam yang membanding-bandingkan Alkitab dengan Al-Qur’an adalah PENELITIAN”.

Jawaban
BUKAN!
Istilah “shiraathaal mustaqiim” bukan merujuk kepada Isa Almasih. Lihat kelanjutannya pada ayat 7!!

“Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat”. (Al-Fatihah 6-7)

Jadi apa itu jalan yang lurus??
Jalan yang lurus…
· (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat”.

Lalu siapakah orang yang dimurkai itu??
· “Kemudian Aku azab orang-orang yang kafir; maka (lihatlah) bagaimana (hebatnya) akibat kemurkaan-Ku”.(Faatir: 26)

· “Barangsiapa yang kafir, maka (akibat) kekafirannya menimpa dirinya sendiri. Dan kekafiran orang-orang yang kafir itu tidak lain hanyalah akan menambah kemurkaan pada sisi Tuhannya dan kekafiran orang-orang yang kafir itu tidak lain hanyalah akan menambah kerugian mereka belaka”. (Faatir: 39)

Jadi orang yang dimurkai Allah itu adalah orang-orang yang kafir, lalu siapakah orang kafir itu??

Orang kafir itu antara lain adalah:
· “Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putera Maryam”, padahal Al Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu”. Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun”. (Al-Maaidah:72)

· “Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah itu ialah Al Masih putera Maryam”. Katakanlah: “Maka siapakah (gerangan) yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah, jika Dia hendak membinasakan Al Masih putera Maryam itu beserta ibunya dan seluruh orang-orang yang berada di bumi kesemuanya?”. Kepunyaan Allahlah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya; Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu”. (Al-Maaidah:17)

Kesimpulan:
– Jalan yang lurus adalah jalannya orang-orang yang diberi nikmat, bukan jalannya orang-orang yang sesat dan BUKAN pula jalannya orang-orang yang dimurkai Allah.
– Orang yang dimurkai Allah adalah orang-orang yang kafir.
– Orang kafir salah satunya adalah orang-orang yang mengatakan “Isa Almasih adalah Allah atau Isa Almasih adalah putera Allah”.
-muslim-menjawab.com-

Mengenai dalil-dalil Qur’an maupun Hadits yang telah diselewengkan oleh umat Kristen, selengkapnya anda dapat mempelajarinya disini.

Siapakah Isa Al-Masih?
1. Yesus (’Isa) menurut Alkitab:
1. Keturunan pezina (Persetubuhan Menantu (Tamar) dan Mertuanya, Yehuda—Kej. 13.18. Dan lihat silsilah Yesus pada Mat 1:1-3)
2. Mengatakan “Anjing” kepada perempuan yang meminta tolong kepadanya (Mat 15:25-26)
3. Tidak bisa memberikan mukjizat yang diminta (Mat 13: 57-58)
4. Mencaci maki orang yang tidak mempercayainya yang tidak mau menjadi pengikutnya (Mat 15:7-9)
5. Meminta adanya pengakuan akan dirinya, jika tidak, pedang yang bicara! (Mat 10:32-36)
6. Arogansi Yesus bahwa semua yang datang sebelum dia adalah pencuri dan perampok! (Yoh 10:8)
7. Dasar keimananannya adalah rasa benci (Luk 14:26)
8. Yesus pembohong (Mat 16:28, 19:28, 12:39-40, 10:23)
9. Ia dicap durhaka! (Mark 15:28)
10. Menyuruh muridnya mencuri (Mat 21:2-3),
12. Murid Yesus tidak setia, pengkhianat dan membohonginya (Mat 26:30-35, Mark 3:19)
11. Yesus harus mati sebab dianggap menghujat Allah (Yoh 10:33, Mark 14:64)

(2) Yesus (’Isa) menurut Al-Qur’an:
1. Maryam, ibudanya Yesus adalah wanita yang shalehah dan taat (Ali-Imran:42, At-Tahrim:12)
2. Yesus dapat bicara dengan manusia waktu masih dalam buaian ibunya,
membentuk burung dari tanah lalu menghidupkannya,
menyembuhkan orang yang buta, orang yang berpenyakit sopak,
menghidupkan orang mati dari kuburnya, yang kesemuannya itu bisa dilakukan atas izin Tuhan-Nya.
Allah juga yang melindungi beliau dari upaya Bani Israil yang berkeinginan untuk membunuhnya (Al-Maaidah: 110)
3. Yesus adalah seorang Rasul utusan Tuhan Allah (Al-Maaidah: 75)
4. Seorang “yang terkemuka dunia dan akhirat” (Ali-Imran:45, Shahih Bukhari:3187)
5. Surga haram bagi orang-orang yang mengatakan, “Yesus adalah ’Tuhan’ dan anak tuhan” (Al-Maaidah: 72, 116)
6. Yesus dan ibundanya dalam perlindungan Allah di suatu tanah yang tinggi dan subur (Al-Mukminuun:50)
7. Yesus tidak pernah berbohong (Maryam:34)
8. Di sisi Allah, penciptaan Yesus sama halnya dengan penciptaan Adam (Ali-Imran:59)
9. Mempunyai pengikut yang setia (Al-Maaidah:111, Ash-Shaff:14)
10. Yesus telah melaknat orang-orang kafir dari Bani Israel (Al-Maaidah:78)
11. Allah menyelamatkan Yesus dari upaya penyaliban dan “mengangkat ke sisi-Nya” (An-Nisaa’:158, Ali-Imran:55)

Related post
Dusta Kristen Tentang “Shirathal Mustaqiim”

Iklan