MENJAWAB SITUS isadanislam.com edisi “Kebangkitan”

menjawab situs
isadanislam logo

Assalamu’alaikum,
Jumpa lagi sahabat…

Masih stay tune kan? Hehehe, jangan pindah channel dulu ya…

Oya, kali ini saya telah membuat kategori baru di blog ini, sengaja saya buat untuk meneruskan tradisi menjawab.

Mungkin anda sekalian sudah mengetahui situs muslim-menjawab.com? Nah, disini saya berniat untuk meneruskan tradisi ini. Tentu saja dengan segenap kelemahan dan keterbatasan saya.

Tapi jangan kuatir, saya tetap akan usahakan untuk memberikan jawaban, tanggapan, maupun komentar yang terbaik, tentu saja dari versi saya sendiri, hehehe…

Coba bayangkan jika di web ada 100 situs semacam isadanislam.com. Lalu bayangkan di web ada 100 situs “Muslim Menjawab”.

Saya yakin “cyberwar” ini akan dimenangkan oleh Muslim.

So, buatlah situs “Muslim Menjawab” sekarang juga!

OK!
Ayo ke TKP!

#FOKUS!

Mari kita sama-sama menjawab situs isadanislam.com yang bertajukKebangkitan

Ini dia materinya:

“Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang”(Injil, Rasul Markus 10:45)

Ketika Anda mencintai seseorang, tentu Anda rela berkorban untuk dia, bukan?

Sebab cinta biasanya identik dengan pengorbanan, dan pengorbanan dapat dideskripsikan sebagai bentuk cinta kasih.

Video berikut adalah ilustrasi dari sebuah pengorbanan.

Bagaimana Dia rela menderita hingga mati. Dia melakukannya karena Dia mempunyai satu tujuan, yaitu agar orang-orang yang dikasihi-Nya selamat.

Video akan membantu Anda memahami pengorbanan yang dilakukan-Nya. Silakan klik video di bawah ini.
■ Artikel Video

Focus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca

Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:
1. Menurut saudara, apakah arti dari “pengorbanan” itu?
2. Bagaimana pandangan saudara perihal pengorbanan yang dilakukan oleh Pribadi dalam video tersebut?
3. Bagaimana pandangan saudara mengenai amal dan ibadah yang tidak dapat menghapus dosa?

TANGGAPAN:

Aneh sekali! Umat Kristen sangat yakin bahwa Yesus datang untuk menebus dosa mereka.

Mari kita gunakan metode analogi-komparasi sederhana. Begini skenarionya, misalkan anda ke pegadaian, lalu anda menebus tivi anda dengan uang.

Disini unsur-unsurnya jelas, yaitu:
1. Ada Pegadaian sebagai pihak Debitur.
2. Ada anda sebagai pihak Kreditur.
3. Ada tivi sebagai barang yang digadai.
4. Ada uang tebusan.
5. Ada transaksi.

Nah, sekarang mari kita bandingkan dengan unsur-unsur Penebusan Dosa!

Dalam Penebusan Dosa memang ada pihak Kreditur yaitu Yesus sebagai penebus dosa. Uang tebusan juga ada yaitu darah (nyawa) Yesus. Barang tebusanpun ada yaitu dosa manusia.

Tetapi anehnya, disana tidak ada pihak Debiturnya!

Jika ada, sebutkan siapa?!

Apakah…
A. Bapa
B. Iblis
C. Manusia

Pihak “Debitur” ini penting karena dialah penerima barang tebusan dari Yesus. Sia-sia saja perbuatan Yesus jika tidak ada pihak yang menerima “barang” tebusannya ini.

Anda pasti akan menjawab “manusia adalah penerimanya”.

Jika demikian, selamat! Karena anda telah membuat tuhan menjadi objek penderita dalam makna yang sesungguhnya.

Satu lagi, disana juga TIDAK ADA unsur “transaksinya!”

Sebut saja transaksi terjadi ketika anda menerima Yesus yaitu saat anda dibaptis. Ok tidak masalah, saya setuju!

Tapi coba anda pikir, siapakah yang menebus dosa Firaun? karena Firaun tidak dibaptis!!

Lalu siapa yang menebus dosa para atheis, karena atheis tidak percaya Yesus.

Misalkan mereka insyaf dan bertaubat kepada Allah, apakah Yesus akan menjadi penebus bagi mereka?

Jika jawabannya tidak, Lalu kenapa “tuhan Yesus” hanya menebus dosa umat Kristen?

Kenapa umat lain tidak ditebus?

Kenapa “tuhan” pilih kasih?

Yesus katanya penuh kasih tapi kok pilih kasih? hayah IMPOSSIBLE!

“Kabarkanlah kepada hamba-hamba-Ku, bahwa sesungguhnya Aku-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,” (QS. al Hijr: 49)

Seluruh mahluk pasti pernah merasakan kenikmatan, nikmat makan, nikmat minum, nikmat tidur, dll. Termasuk kalian umat Kristen pasti turut merasakannya juga, itulah buktinya bahwa Allah tidak pilih kasih!

“maka nikmat Tuhan yang manakah yang akan kamu dustakan?” (Ar Rahman: 32)

Umat gereja silahkan KOMENTAR! jangan cuma duduk manis, manut pendeta, ngimani lalu dapat
bonus penebusan!

Tidak ada yang instant di dunia ini, hidup butuh proses dan perjuangan supaya bumi ini berputar.

Jadi setelah kita analisa dengan seksama, rupa-rupanya doktrin Penebusan Dosa ini adalah doktrin yang tidak kuat pondasinya.

Dasarnya adalah ayat Alkitab (maaf saya tidak mau menyebutnya “Injil”) buatan pak Markus.

Siapakah Markus ini? Apakah dia Yesus? Apakah dia jelmaan Yesus? BUKAN KEDUANYA!

Markus dan Yesus adalah dua individu yang berbeda.

Artinya, mulut mereka berbeda, otak merekapun berbeda, dan pikiran mereka juga pasti berbeda.

Mana yang anda percaya, mulut pak Markus atau mulut Tuan Yesus?

Siapa pula yang anda ikuti, pak Markus atau Tuan Yesus?

Biasanya manusia yang datang ke pegadaian adalah manusia yang “bangkrut”. Jika “tuhan Yesus” menjadi kreditur dosa, apa yang terjadi dengan dia? Atau jangan-jangan “tuhan sedang bangkrut ya?!”

Manusia dapat membuat suatu mekanisme dengan sangat jelas, valid dan bisa dipertanggung jawabkan. KENAPA TUHAN TIDAK BISA?! NON SENSE!

Umat Kristen selalu mengesankan Yesus sebagai sesuatu yang luar biasa. Kali ini ia dianggap sebagai tuhan yang mengorbankan dirinya bagi manusia. Dan hal itu mereka anggap hebat.

Anda harus ingat bahwa anda tidak sedang bicara dengan anak TK, anak TK mungkin terpesona dengan cerita “rayuan” Alkitabiah, tetapi kami manusia dewasa dapat melakukan analisa.

Misalkan tuhan mati, jika tuhan mati maka seketika itu juga alam semesta akan ikut mati alias kiamat. Kenapa? Karena energi kehidupan di alam semesta ini yang notabene sumbernya dari Tuhan akan ikut mati jika Kreatornya mati.

Misalkan anda punya hape, tapi baterainya ngedrop, maka hapenya tidak dapat dipakai.

Tuhan itu ibarat baterai hape dalam arti sumber energi kehidupan. Jika Tuhan tewas, maka seluruh energi akan ikut mati.

Tuhan juga ibarat PLN, kalau PLN bangkrut (mati), lampu neon di rumah anda bisa gelap.

Apa anda mau hidup di dalam kegelapan sepanjang hidup anda??

Tetapi mana buktinya? Mana??!

Yesus sudah tewas 2000 tahun lalu, tapi dunia masih baik-baik saja tuh. Ini bukti bahwa YESUS BUKAN TUHAN!

QUR’AN
19:88. Dan mereka berkata: “Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak”.
19:89. Sesungguhnya kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat mungkar,
19:90. hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi belah, dan gunung-gunung runtuh,
19:91. karena mereka mendakwa Allah Yang Maha Pemurah mempunyai anak.
19:92. Dan tidak layak bagi Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak.
19:93. Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi, kecuali akan datang kepada Tuhan Yang Maha Pemurah selaku seorang hamba.

· Yohanes 10:30 TB:Aku dan Bapa adalah satu.”

Artinya jika Yesus tewas, maka Bapa pun tewas, karena mereka adalah satu.

Jika anda menganggap cinta berkorelasi dengan pengorbanan, itu memang benar. Tapi itu konteksnya untuk manusia bukan untuk Tuhan.

Jika manusia mencintai Tuhan maka ia rela mati menyerahkan nyawanya kepada Tuhan, itulah cinta!

Bukan sebaliknya!

Tuhan tidak pernah berkorban apapun untuk manusia karena berkorban korelasinya dengan kekurangan. Jika anda berkorban maka artinya milik anda telah berkurang.

Jika Yesus berkorban, itu artinya milik Yesus telah berkurang.

Tentu saja Tuhan Yang Benar tidak akan pernah kekurangan sesuatu. Jika Ia hendak menghapus dosa manusia, maka dengan kuasa-Nya dosa itu akan dihapus-Nya dengan sangat mudah tanpa harus mengorbankan apapun dari sisi-Nya. Itulah wujud kuasa Tuhan yang absolut dan hakiki.

· Berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Tuhanmu dan syurga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar. Sebesar apapun dosa umat manusia. (QS. 57:21)

· Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: Allah ta’ala telah berfirman :“Wahai anak Adam, selagi engkau meminta dan berharap kepada-Ku, maka Aku akan mengampuni dosamu dan Aku tidak pedulikan lagi. Wahai anak Adam, walaupun dosamu sampai setinggi langit, bila engkau mohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku memberi ampun kepadamu. Wahai anak Adam, jika engkau menemui Aku dengan membawa dosa sebanyak isi bumi, tetapi engkau tiada menyekutukan sesuatu dengan Aku, niscaya Aku datang kepadamu dengan (memberi) ampunan sepenuh bumi pula”. (HR. Tirmidzi, Hadits hasan shahih) [Tirmidzi no. 3540]

Yesus Tidak pernah mengajarkan Penebusan Dosa, bahkan Alkitab dengan tegas dan jelas telah menolak doktrin sesat Penebusan Dosa!

· Yehezkial 18:20
Orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati. Anak tidak akan turut menanggung kesalahan ayahnya dan ayah tidak akan turut menanggung kesalahan anaknya. Orang benar akan menerima berkat kebenarannya, dan kefasikan orang fasik akan tertanggung atasnya.

· Ulangan 24:16
Janganlah ayah dihukum mati karena anaknya, janganlah juga anak dihukum mati karena ayahnya; setiap orang harus dihukum mati karena dosanya sendiri.

· Yeremia 31:29-30
Pada waktu itu orang tidak akan berkata lagi: Ayah-ayah makan buah mentah, dan gigi anak-anaknya menjadi ngilu, melainkan: Setiap orang akan mati karena kesalahannya sendiri; setiap manusia yang makan buah mentah, giginya sendiri menjadi ngilu.

Pada era PL sudah dijelaskan tentang figur “Penebus dosa”, siapakah Dia? Yaitu Allah Tuhan-nya nabi Yakub.

“…supaya seluruh umat manusia mengetahui, bahwa Aku, Tuhan, adalah Juru selamatmu dan Penebusmu, Yang Mahakuat, Allah Yakub” (Yesaya 49:26)

“…tetapi Aku adalah Tuhan, Allahmu sejak di tanah Mesir; engkau tidak mengenal allah kecuali Aku, dan tidak ada juruselamat selain dari Aku” (Hosea 13:4)

Jadi, seandainya Tuhan menjadi “Penebus Dosa”, maka Ia tidak mengorbankan diri-Nya sendiri. Tetapi Ia menjadi Penebus karena Ia kuasa untuk mengampuni.

OK! Point pertama dan kedua sudah diulas pada jawaban diatas.

Untuk menghemat kolom, saya skip pada pertanyaan ketiga. Ini dia pertanyaanya:
3. Bagaimana pandangan saudara mengenai amal dan ibadah yang tidak dapat menghapus dosa?

Jawaban
Semua amal akan mendapat balasan, baik yang kecil maupun yang besar semua akan dibalas tanpa kecuali.

“Apabila bumi digoncangkan dengan goncangan (yang dahsyat), dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya, dan manusia bertanya: “Mengapa bumi (menjadi begini)?”, pada hari itu bumi menceritakan beritanya, karena sesungguhnya Rabbmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) kepadanya. Pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam keadaan bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka. Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan sekecil apa pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sekecil apa pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.” (QS. Al Zalzalah:1-8)

Nah kalau begini kan ADIL bukan?!

Nah, inilah ajaran yang BENAR, ajaran yang berasaskan KEADILAN.

Jika dosa-dosa kita ingin dihapus oleh Tuhan, amal apa yang harus kita lakukan? Apakah meminta penebusan?

Misalkan saya tantang anda untuk menebus dosa-dosa saya, apakah anda mau terima? Tentu tidak mau bukan…?!

Nah lalu amal apakah yang dapat menghapus dosa manusia??

Jawabannya mudah saja, jawabannya adalah T.A.U.B.A.T!

Taubat itu MURAH, MUDAH DAN GRATIS!

SUBHANALLAH!
ALLAH MAHA PEMURAH LAGI MAHA PENYAYANG.

“Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS. Az Zumar:53)

“…karena itu mohonlah ampunan-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya, Sesungguhnya Tuhanku amat dekat (rahmat-Nya) lagi memperkenankan (doa hamba-Nya).” (QS. Huud:61)

“…Dan mohonlah ampunan kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Muzzammil:20)

”…Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An Nuur:62)

(yaitu) beberapa derajat dari pada-Nya, ampunan serta rahmat. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. An Nisaa’:96)

Kelemahan doktrin penebusan dosa:
– Jika anda menganut doktrin penebusan dosa maka pertaubatan adalah suatu kebodohan. Kenapa? Karena jika anda masih bertaubat, itu sama artinya dengan anda meragukan penebusan dosa, itu artinya anda telah melecehkan penyaliban, itu artinya darah Yesus menjadi sia-sia.
– Penebusan dosa membangun sifat malas untuk beribadah. Jika dosa anda telah ditebus, sebanyak apapun
Ibadah anda fungsinya hanya sebagai “dekorasi” agama. Bahkan mainstream yang ekstrim akan mengatakan “untuk apa ibadah, toh dosa kita sudah ditebus?!”
– Doktrin penebusan dosa bertentangan dengan asas keadilan Tuhan. Umat yang rajin beribadah dan umat pendosa, keduanya telah ditebus. Dimanakah keadilan Tuhan??

Penutup
“BERTAUBATLAH KEMBALI KEPADA FITRAHMU SEBAGAI ORANG ISLAM”

Iklan