ALKITAB; “Hoax Besar Edisi Kitab Kejadian” Jilid #3


Hoax #33
Kejadian 18:23-33, “Tuhan” berdiskusi dengan Abraham ketika menghakimi manusia di kota Sodom.

Hoax #34
Kejadian 18:33, Lalu pergilah TUHAN, setelah Ia selesai berfirman kepada Abraham; dan kembalilah Abraham ke tempat tinggalnya.

Kemana “Tuhan” pergi?
A. Ke rumahnya
B. Ke Sodom
C. Ke Indonesia
D. Tidak tahu

Hoax #35
Kejadian 21:16, dan ia duduk agak jauh, kira-kira sepemanah jauhnya, sebab katanya: “Tidak tahan aku melihat anak itu mati.” Sedang ia duduk di situ, menangislah ia dengan suara nyaring.

Firman “Tuhan” membuat perkiraan, “Tuhan” telah dikalahkan ilmu matematika!

Bisakah anda mengklaim ini sebagai kebenaran Ilahi?!

Hoax #36
Kejadian 22:8, Sahut Abraham: “Allah yang akan menyediakan anak domba untuk korban bakaran bagi-Nya, anakku.” Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama.

Pak Abraham yang terhormat!

Jika “Tuhan” mampu mencipta hewan bakaran, kenapa dia tidak bisa membakarnya sendiri?!

Apakah “Tuhan” sedang menguji anda dengan kebodohan?

Tuhan Mahakaya tidak meminta korban bakaran apalagi kemenyan!

Alkitab sukses menjatuhkan Tuhan sebagai mahluk penghisap asap hewan. Menyedihkan sekali!

Hoax #37
Kejadian 23:1, Sara hidup seratus dua puluh tujuh tahun lamanya; itulah umur Sara.

Semua ayat yang menyebutkan umur manusia adalah HOAX karena tidak pernah dapat dibuktikan!

Itu hanya “KATANYA”!

Hoax #38
Kejadian 24:2, Berkatalah Abraham kepada hambanya yang paling tua dalam rumahnya, yang menjadi kuasa atas segala kepunyaannya, katanya:”Baiklah letakkan tanganmu di bawah pangkal pahaku,

PERHATIKAN kalimat yang dibold!

Sumpah dengan meletakkan tangan di sekitar paha belum pernah kita temui pada budaya manapun. Sumpah aneh yang mengandung kontroversi.

Sebagian orang berpendapat itu hanya penghalusan bahasa dari “peganglah alat vitalku!”

Hoax #39
Kejadian 24:60, Dan mereka memberkati Ribka, kata mereka kepadanya: “Saudara kami, moga-moga engkau menjadi beribu-ribu laksa, dan moga-moga keturunanmu menduduki kota-kota musuhnya.”

Untuk sebuah berkat, ini terlalu berlebihan pak!

Hoax #40
Kejadian 25:30-34, Esau menjual hak kesulungannya kepada Yakub hanya untuk sepotong roti dan semangkuk sup kacang merah. Amazing!

Hoax #41
Kejadian 26:2, “Tuhan” berfirman sambil menampakkan diri hanya untuk memberi larangan pergi ke arah Mesir. Padahal di ayat lain Alkitab mengatakan bahwa “Tuhan” tidak dapat dilihat. Jadi bagaimana mungkin ia menampakkan diri sementara ia tidak dapat dilihat. Perbuatan sia-sia!

Hoax #42
Kejadian 26:8, Setelah beberapa lama ia ada di sana, pada suatu kali menjenguklah Abimelekh, raja orang Filistin itu dari jendela, maka dilihatnya Ishak sedang bercumbu-cumbuan dengan Ribka, isterinya.

Menjenguk dari jendela?? Itu kan NGINTIP pak! Raja yang aneh!

Hoax #43
Kejadian 26:12, Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat; sebab ia diberkati TUHAN.

Berkat “Tuhan” memang “hebat”, ia tidak memperhatikan hukum alam! Bahkan bisa mengalahkan mukjizat!

Ini hanya ayat berlebihan lainnya!

Hoax #44
Kejadian 27:1-23, bukan hanya hak kesulungan yang telah Yakub ambil dari Esau kakak kembarnya, tetapi ia juga telah merampas berkat yang akan diberikan Isaac ayahnya kepada kakak kembarnya tersebut. Yakub rakus atas bantuan tipu daya ibunya (Ribka). Bahkan Ribka rela menanggung kutuk atas Yakub anak kesayangannya.

Tetapi, pertanyaan besarnya adalah:
Pertama, berkat itu hak “Tuhan”, bisakah manusia memberikan berkat kepada manusia lainnya?

Kedua, bisakah sebuah berkat “dicuri” melalui usaha tipu daya seorang ibu untuk anak kesayangannya?

Ketiga, benarkah hak kesulungan anak-anak kembar bisa diambil alih oleh adik kembarnya? Bukankah itu menyalahi takdir Tuhan?

Keempat, benarkah seorang ibu dapat menanggung kutuk anaknya?

Hoax #45
Kejadian 28:12-14, (28:12) Maka bermimpilah ia, di bumi ada didirikan sebuah tangga yang ujungnya sampai di langit, dan tampaklah malaikat-malaikat Allah turun naik di tangga itu. (28:13) Berdirilah TUHAN di sampingnya dan berfirman: “Akulah TUHAN, Allah Abraham, nenekmu, dan Allah Ishak; tanah tempat engkau berbaring ini akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu.
(28:14) Keturunanmu akan menjadi seperti debu tanah banyaknya, dan engkau akan mengembang ke sebelah timur, barat, utara dan selatan, dan olehmu serta keturunanmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.

Terkadang “Tuhan” sangat aneh!

Yakub yang notabene pelit kepada kakak kembarnya, curang, licik dan penipu. Ternyata dikenan untuk mendapatkan berkat dari “Tuhan”. Bahkan “Tuhan” datang ke dalam mimpinya.

Persoalan, saat “Tuhan” masuk ke dalam mimpi, bagaimanakah wujudnya?

Bagaimana manusia dapat mengenalinya?

Mimpi adalah pengalaman bawah sadar yang melibatkan penglihatan, pendengaran, pikiran, perasaan, atau indra lainnya dalam tidur, terutama saat tidur yang disertai gerakan mata yang cepat (rapid eye movement/REM sleep).

Kejadian dalam mimpi biasanya mustahil terjadi dalam dunia nyata, dan di luar kuasa pemimpi. Pengecualiannya adalah dalam mimpi yang disebut lucid dreaming. Dalam mimpi demikian, pemimpi menyadari bahwa dia sedang bermimpi saat mimpi tersebut masih berlangsung, dan kadang-kadang mampu mengubah lingkungan dalam mimpinya serta mengendalikan beberapa aspek dalam mimpi tersebut. (Wikipedia)

Hoax #46
Kejadian 28:16-19, (28:16) Ketika Yakub bangun dari tidurnya, berkatalah ia: “Sesungguhnya TUHAN ada di tempat ini, dan aku tidak mengetahuinya.” (28:17) Ia takut dan berkata: “Alangkah dahsyatnya tempat ini. Ini tidak lain dari rumah Allah, ini pintu gerbang sorga.” (28:18) Keesokan harinya pagi-pagi Yakub mengambil batu yang dipakainya sebagai alas kepala dan mendirikan itu menjadi tugu dan menuang minyak ke atasnya. (28:19) Ia menamai tempat itu Betel; dahulu nama kota itu Lus.

Pak Yakub ini sangat naif!

Jika mimpi datang satu kali, ia hanya “bunga tidur”.

Tetapi, jika mimpi itu datang berkali-kali, itu ajaib! Karena manusia tidak bisa merekayasa mimpi. Mimpi jenis inilah petunjuk dari Tuhan.

Dan Tuhan tidak pernah memasuki mimpi, karena mimpi itu alam maya, alam samar yang remang-remang. Tuhan tentu “tidak bersemayam” di dalam keremangan, Tuhan itu sangat jelas! “Tuhan sejelas buah fikiran yang jernih”.

Faktor hoax:
Pertama, Tuhan tidak menempati suatu tempat. Jika Ia menempati suatu tempat, maka pada saat itu Ia sedang meninggalkan tempat lain.

Keadaan ini jelas tidak dapat diterima, karena sifat universal Tuhan menjadi hilang jika Ia berbuat demikian.

Kedua, membaluri tugu batu dengan minyak adalah perbuatan irrasional. Karena telah menyalahi fungsi minyak dari fungsi yang sebenarnya.

Tugu batu itu di jaman sekarang dikenal dengan istilah Obelisk.

Obelisk adalah salah satu dari sekian banyak arsitektur pagan kuno.

Sebagai orang yang diberkati, kelakuan Yakub ini sungguh tidak masuk akal! N◎N SENSE!


Jilid #1
Jilid #2

Iklan