ALKITAB; “Hoax Besar Edisi Kitab Kejadian” Jilid #2

Hoax #20
Kejadian 9:13
· TB(1974) ©
Busur-Ku Kutaruh di awan, supaya itu menjadi tanda perjanjian antara Aku dan bumi.
· BIS(1985) ©
maka Kutaruh pelangi-Ku di awan sebagai tanda perjanjian-Ku dengan dunia.
· AYT Draft ©
Aku menaruh pelangi dalam awan sebagai bukti dari Perjanjian antara Aku dan bumi.
· TL(1954) ©
Bahwa pelangi-Ku telah Kutaruh dalam awan-awan, maka ia itulah akan tanda perjanjian di antara-Ku dengan bumi.

Ayat ini turun setelah banjir bandang di zaman Noah, isinya adalah perjanjian “Tuhan” kepada bumi dan manusia, bahwa “Tuhan” tidak akan menurunkan banjir seperti itu lagi dan sebagai pengingatnya, “Tuhan” menempatkan “busur” (pelangi) di atmosfir.

Pertama, kata “pelangi” telah diubah menjadi kata “busur”.

Disini telah terjadi pergeseran makna substansial. Fatal!

Kedua, jika yang dimaksud dengan “busur” adalah “pelangi”, maka sesungguhnya pelangi itu terjadi disebabkan oleh sifat cahaya, indeks bias air, dan bentuk hujan. Pelangi sudah ada miliaran tahun sebelum era manusia, jadi jelas ini adalah ayat HOAX!

Hoax #21
Kejadian 11:1-9, di dalam perikop ini tertulis, yang intinya:
– Manusia membangun sebuah kota dengan arsitektur tinggi yang menjulang ke langit (menara Babel, wilayah Sumer Kuno-Babilonia).
– “Tuhan” merasa “terancam” atas peristiwa ini.
– “Tuhan” menceraiberaikan manusia, sehingga kota itu gagal diselesaikan.
– Pada pasal 11:7, “Tuhan” berkata, “Baiklah Kita turun dan mengacaubalaukan di sana bahasa mereka,”.

Disana tertulis Kita, kita adalah kata ganti orang pertama jamak, dimana yang lawan bicara ikut bekerja bersama yang bicara.

Pertanyaan, siapa saja yang diajak oleh “Tuhan” untuk mengacaubalaukan bahasa manusia? ALKITAB TIDAK MEMBERIKAN JAWABAN!

Hoax #22
Kejadian 15:1-18, disana tertulis “Tuhan” mengadakan perjanjian dengan Abram, “Tuhan” berjanji akan memberikan keturunan kepada Abram sebanyak bintang-bintang di angkasa. Aneh! Disana “Tuhan” meminta “imbalan” berupa seekor lembu betina berumur tiga tahun, seekor kambing betina berumur tiga tahun, seekor domba jantan berumur tiga tahun, seekor burung tekukur dan seekor anak burung merpati (15:9).

Abram memotong-motong semua persembahan itu, ia tertidur. Aneh! “Ketika matahari telah terbenam, dan hari menjadi gelap, maka kelihatanlah perapian yang berasap beserta suluh yang berapi lewat di antara potongan-potongan daging itu (15:17)”.

Entah bagaimana peristiwa itu terjadi?! Ini pasti metafisika! Abram tertidur, tiada manusia disana, mungkinkah “Tuhan” sedang menyantap hidangannya dengan memakai wujud suluh berapi?!

Hoax #23
Tuhan menampakkan diri kepada Abram (Kej 17:1), padahal pada Yoh 1:18 dinyatakan bahwa Tuhan tidak dapat dilihat. KONTRA TEKSTUAL!

Nb. Masih ada beberapa ayat lainnya semacam ini.

Hoax #24
Kejadian 17:23-27, Abraham berusia 99 tahun, Ismael berusia 13 tahun. Abraham memanggil Ismael, anaknya, dan semua orang yang lahir di rumahnya, juga semua orang yang dibelinya dengan uang, yakni setiap laki-laki dari isi rumahnya, lalu ia mengerat kulit khatan mereka pada hari itu juga, seperti yang telah difirmankan Allah kepadanya.

Faktor hoax
Pertama,
saat ini dalam acara sunatan massal hanya dibutuhkan waktu 2,5 menit untuk menyunat satu anak. 100 orang anak dapat disunat hanya dalam waktu 3,5 jam.

Permasalahannya, pada era Abraham tidak ada alat khitan secanggih sekarang.

Bagaimana mungkin Abraham dapat menyunat sedemikian banyak orang dalam satu hari sementara usianya telah mencapai 99 tahun?

Kedua, disebutkan bahwa Abraham pun disunat. Siapakah yang memotong kulit khatannya? Apakah Abraham menyunat kelaminnya sendiri?

Ketiga, Jadi sebenarnya, berapa total jumlah orang yang disunat Abraham??

Hoax #25
Abraham hidup tanpa “Tuhan” selama satu tahun! Amazing!

Kejadian 18:10, Dan firman-Nya: “Sesungguhnya Aku akan kembali tahun depan mendapatkan engkau, pada waktu itulah Sara, isterimu, akan mempunyai seorang anak laki-laki.” Dan Sara mendengarkan pada pintu kemah yang di belakang-Nya.

Hoax #26
Awalnya Sara (isteri Abraham) menertawakan “Tuhan” di dalam hatinya. Lalu Abraham berada di dalam pertengkaran antara “Tuhan” dan Sara (Kej 18:13-15).

Hoax #27
Malaikat “Tuhan” hendak (maaf) “disodomi” massa (Kej 19:1-7).

Hoax #28
Ini gila! Lot tega menawarkan dua anak perawannya untuk “digauli” oleh massa demi tiga tamu malaikat di rumahnya (Kej 19:8).

Malaikat itu pelayan Tuhan lagipula mereka mahluk ghaib yang dapat berubah wujud tidak dapat dilukai oleh manusia, dalam ayat ini figur Lot (Nabi Luth) menjadi tampak sangat (maaf) “bodoh”. Ini pasti HOAX!

Hoax #29
Kejadian 19:17-26, Malaikat memerintahkan Lot untuk melarikan diri ke gunung bersama isteri dan yang lainnya. Ketika mereka berlari nanti, malaikat melarang untuk menoleh ke belakang. Tetapi istri Lot menoleh dan ia berubah menjadi tiang garam.

Hoax #30
Pada perikop sebelumnya Lot adalah figur saleh sehingga ia diselamatkan “Tuhan” dari kebinasaan kota Sodom. Bahkan rumahnya telah dikunjungi tiga malaikat penolong.

Tetapi pada perikop berikut ini sosok Lot tidak lagi dilindungi “Tuhan”, ia menjadi sosok “culun” yang “dicekoki” anggur sampai mabuk oleh kedua puteri kandungnya. Ketika ia tertidur pulas, ia disetubuhi oleh keduanya secara bergantian pada dua malam yang berbeda (Kej 19:30-38).

· Darimana kedua puteri tersebut mendapatkan anggur sementara pada waktu itu mereka semua berada di dalam goa?

· Bagaimana mungkin Lot meminum anggur, apakah lidahnya kelu sehingga tidak mampu membedakan mana air dan mana anggur? Padahal keduanya jelas berbeda rasa!

· Apakah Lot mengajarkan anak-anaknya meminum anggur, mabuk-mabukan, berzina dan incest? NON SENSE!

Hoax #31
Pada saat-saat keputus-asa-an dalam pernikahannya dengan Sara, Abraham mendapatkan putera dengan bantuan “Tuhan”. Ketika itu ia usianya menginjak 99 tahun dan Sara 90 tahun telah memasuki masa manopouse.

Tetapi anehnya, di usia yang lebih tua, ia menikahi perempuan lain bernama Ketura, dengannya ia mendapatkan enam orang anak, dan ia mendapatkannya tanpa bantuan “Tuhan” (Kej 25:1-2).

Hoax #32
Isaac mempunyai anak kembar Esau dan Yakub.

Kedua anak ini tidak pernah akur sejak dalam kandungan. Mereka “berkelahi” di dalam kandungan ibunya.

Pada saat kelahirannya, tubuh Esau berwarna merah seperti jubah berbulu, dan Yakub lahir dengan memegang tumit Esau (Kej 25:21-26).

Kenapa firman Tuhan di dalam Alkitab selalu berkata dengan berlebihan? Apakah sang penulis sedang berusaha membuat kita takjub???


Jilid #1

Iklan