ALKITAB; “Hoax Besar Edisi Kitab Kejadian” Jilid #4


Hoax #47
Kejadian 28:1-22, asal mula persepuluhan adalah dari Yakub yang bermimpi didatangi “Tuhan” di Bethel.

Factor hoax
Persepuluhan adalah bagian dari “syariat” Kristen, mempunyai derajat hukum “wajib”, bisakah “syariat wajib” didasarkan pada mimpi dimana mimpi tersebut kebenarannya tidak dapat dibuktikan dan tidak dapat diterima oleh akal dan ilmu apapun.

Nb.Jika mimpi datang satu kali, ia hanyalah “bunga tidur”.

Tetapi, jika mimpi itu datang berkali-kali pada saat-saat yang berbeda, itu ajaib! Karena manusia tidak bisa merekayasa mimpi. Mimpi jenis inilah petunjuk dari Tuhan.

Dan yang penting, Tuhan memang Pencipta alam mimpi, tetapi Ia tidak memasuki mimpi apalagi menampakkan diri dan bersemayam di dalamnya karena mimpi itu sifatnya maya, alam samar yang remang-remang. Tuhan tentu “tidak bersemayam” dengan menampakkan DiriNya dalam keremangan maya, Tuhan itu sangat jelas! “Tuhan sejelas buah fikiran yang jernih”.

Bagaimana “rupa Tuhan” dalam mimpinya Yakub? TIDAK PERNAH TERJAWAB!

Hoax #48
Kejadian 29:18-20, cinta Yakub kepada Rahel yang rupawan ditukar dengan tujuh tahun masa kerja kepada Laban ayahnya Rahel.

“Setali tiga uang”, kontrak kerja tujuh tahun plus perempuan cantik telah Yakub dapatkan dari Laban sebagai wujud“berkat Tuhan” kepadanya. (Berkat yang ANEH! Karena Yakub ini manusia licik yang “bertemu Tuhan” di dalam mimpi)

Jika anda jatuh cinta, ikutilah jejak Yakub! W◎W!!! Mantap!!

Hoax #49
Kejadian 29:21-26, pada fragmen ini diceritakan bahwa Yakub telah menggenapi masa kerjanya dalam tujuh tahun. Tiba saatnya ia mendapatkan Rahel sebagai “imbalan” dari kerja kerasnya sesuai dengan perjanjiannya dengan Laban.

Tetapi, ia ditipu Laban. Pada malam pertama perjodohan mereka, bukan Rahel yang Laban berikan melainkan Lea kakak kandung Rahel.

Keesokan paginya, murkalah Yakub kepada Laban.

Faktor hoax
Aneh! Yakub tidak mengenali wanita yang “ditidurinya” pada malam pertama!!

Dia tidak bisa membedakan Rahel (wanita cantik yang dicintainya) dengan Lea kakaknya Rahel yang tidak pernah ia cintai. Ini hoax besar yang MENGGELIKAN!!

Fragmen berikutnya lebih “tidak masuk akal!”

SIMAK!

Hoax #50
Coba lihat jawaban yang diberikan Laban kepada Yakub:
Kejadian (29:26) Jawab Laban: “Tidak biasa orang berbuat demikian di tempat kami ini, mengawinkan adiknya lebih dahulu dari pada kakaknya. (29:27) Genapilah dahulu tujuh hari perkawinanmu dengan anakku ini; kemudian anakku yang lainpun akan diberikan kepadamu sebagai upah, asal engkau bekerja pula padaku tujuh tahun lagi.”

Konyol sekali rangkaian fragmen-fragmen ini!

Pertama, Laban telah ingkar janji, bahkan ia menipu.

Kedua, Laban telah memberikan Lea untuk berzinah dengan Yakub pada “malam pertama”.

Ketiga, ia juga bersedia memberikan Rahel untuk Yakub.

Sudah berzinah, dapat Rahel pula!

Yakub punya dua pasangan wanita sekaligus hanya dari satu bapak. Hebat sekali Yakub ini, dia pasti lelaki paling beruntung sedunia.

Kenapa manusia semacam Yakub diberkati?! Apakah “Tuhan” tidak punya manusia yang lebih baik?!

Apakah “Tuhan” menyukai orang-orang yang licik seperti Yakub?! Jika iya, berarti kita dapat mengikuti jejak kelicikan Yakub agar “Tuhan” memberi berkat dan keberuntungan kepada kita.

Yakub cuma manusia, dia bukan “Tuhan”, tetapi takdir hidupnya jauh lebih baik dari “Tuhan” Yesus.

Hoax #51
Kejadian 29:31, Ketika TUHAN melihat, bahwa Lea tidak dicintai, dibuka-Nyalah kandungannya, tetapi Rahel mandul.

Tuhan itu Maha Mengetahui, Ia mengetahui yang tampak dan yang tidak tampak.

Lalu, untuk apa “Tuhan” membuka kandungan Lea? Apa kekuatannya sudah hilang? N◎N SENSE!

Hoax #52
Kejadian 30:1-12, di dalam fragmen ini kakak beradik Lea dan Rahel terlibat dalam persaingan sengit “memproduksi” anak.

Rahel memberikan budaknya (Bilha) untuk “dhamili” oleh Yakub.

Begitupula Lea, ia memberikan budaknya (Zilpa) untuk “dihamili” Yakub.

Banyak sekali perkawinan Yakub dari “sengketa anak” ini. Beruntung sekali dia!

Hoax #53
Kejadian (30:14) Ketika Ruben pada musim menuai gandum pergi berjalan-jalan, didapatinyalah di padang buah dudaim, lalu dibawanya kepada Lea, ibunya. Kata Rahel kepada Lea: “Berilah aku beberapa buah dudaim yang didapat oleh anakmu itu.” (30:15) Jawab Lea kepadanya: “Apakah belum cukup bagimu mengambil suamiku? Sekarang pula mau mengambil lagi buah dudaim anakku?” Kata Rahel: “Kalau begitu biarlah ia tidur dengan engkau pada malam ini sebagai ganti buah dudaim anakmu itu.” (30:16)Ketika Yakub pada waktu petang datang dari padang, pergilah Lea mendapatkannya, sambil berkata: “Engkau harus singgah kepadaku malam ini, sebab memang engkau telah kusewa dengan buah dudaim anakku.” Sebab itu tidurlah Yakub dengan Lea pada malam itu.

Perhatikan! Hubungan sex dapat ditukar dengan buah dudaim. Hebat sekali bukan?!

Hoax #54
Kejadian (30:22) Lalu ingatlah Allah akan Rahel; Allah mendengarkan permohonannya serta membuka kandungannya. (30:23) Maka mengandunglah Rahel dan melahirkan seorang anak laki-laki. Berkatalah ia: “Allah telah menghapuskan aibku.”

Jadi, Rahel mandul karena “Tuhan” lupa. Ketika “Tuhan” ingat, maka dia tidak mandul lagi.

Padahal, kemandulan atau kehamilan seseorang, keduanya adalah ujian dari Tuhan atas iman manusia. Bukan karena “Tuhan” sedang lupa!

Hoax #55
Kejadian 31:11, Dan Malaikat Allah berfirman kepadaku dalam mimpi itu: Yakub! Jawabku: Ya Tuhan!

Yakub dan malaikat “Tuhan” bersahut-sahutan di dalam mimpi.

Hoax #56
Kejadian 31:24, Pada waktu malam datanglah Allah dalam suatu mimpi kepada Laban, orang Aram itu, serta berfirman kepadanya: “Jagalah baik-baik, supaya engkau jangan mengatai Yakub dengan sepatah katapun.”

Lagi! “Tuhan ” berfirman di dalam mimpi. Kali ini kepada Laban mertua sekaligus seterunya Yakub.

Siapa sebenarnya mereka? Nabikah? Rasulkah? Tetapi kenapa mereka sangat konyol?!

Hoax #57
Kejadian 32:1, Yakub melanjutkan perjalanannya, lalu bertemulah malaikat-malaikat Allah dengan dia.

Jika anda bertemu orang asing, tegurlah! siapa tau anda sedang ketemu malaikat.

Hoax #58
Kejadian 32:11, Lepaskanlah kiranya aku dari tangan kakakku, dari tangan Esau, sebab aku takut kepadanya, jangan-jangan ia datang membunuh aku, juga ibu-ibu dengan anak-anaknya.

LIHAT kata yang di-bold!

Di depan “Tuhan”, Yakub masih mengakui Esau sebagai kakaknya padahal hak kesulungan telah ia beli dari Esau.

Apakah pantas orang yang “diberkati” berlaku plin-plan seperti ini?!

Atau jangan-jangan ini hanya sekedar selera humor Alkitab kepada pembacanya???


Jilid #1
Jilid #2
Jilid #3

Iklan