Interview Khusus Dengan Hana Tajima Simpson (Muallaf)

Jika Anda seorang surfer blog jilbab, Anda tidak akan aneh lagi dengan Hana Tajima Simpson, seperti pada sebuah kabar di Stylecovered.com. Bahwa ia telah menjadi “hot topic” di kalangan blogger Muslim. Ia juga telah tampil di banyak media seperti BBC Inggris dan Brazil. Sebuah kegembiraan bagi kami untuk memposting wawancara dengannya dan menampilan “pic collection” eksklusif hanya di HijabScarf. Hana Tajima adalah desainer Japanese-British berusia 23 tahun (pada 2010) yang telah memeluk Islam pada masa lima tahun sebelumnya.

Dikabarkan bahwa Skaisthenewblack.blogspot pernah menulis, “Dia memiliki gaya yang “jahat”, sangat elegan dan “chic”, namun entah bagaimana, tampilannya begitu sederhana”.

Pada tonguechic.com Hana berkata, “Jangan terjebak dalam apa yang terlihat baik pada orang lain, hanya untuk penyesuaian. Tetapi anda harus menemukan sesuatu yang Anda merasa nyaman dengannya, tentu saja tampilan yang mengekspresikan kepribadian Anda.”

Bagi kami, dia adalah salah satu dari jenis manusia yang telah menjadi inspirasi besar bagi kita.

Percaya atau tidak, HijabScarf lahir setelah pengamatan panjang dalam mengagumi gayanya.

“Sekarang, dia sedang berjalan pada garisnya sendiri di Maysaa. Pakaian adalah inspirasi dan tentu saja soal yang sederhana. Untuk HijabScarf, ia bersedia untuk berbagi, ia berbicara bagaimana saat ia mulai memakai jilbab. Kita dapat belajar tidak hanya gayanya, tetapi juga keteguhan dan imannya dalam mengenakan jilbab.

Mari simak interviunya!

1. Beritahu kami saat Anda memutuskan untuk memakai jilbab?

· Saya mulai mengenakan jilbab pada hari dimana saya mengambil syahadat. Saya datang kepada Islam dengan cara yang benar-benar natural dan itu semua adalah bagian dari proses itu.

Pada tingkat pribadi, itu adalah cara yang baik untuk membedakan apa yang telah terjadi sebelumnya dalam hidup saya, dengan apa yang di depan saya.

2. Apa yang Anda rasakan saat pertama kali Anda pergi keluar dengan jilbab Anda?

· Tidak terdengar “complicated” sebenarnya, itu “real” dan benar-benar “real”. Aku sedang dalam perjalanan untuk mengambil syahadat, saya pergi bersama saudara yang adalah seorang fotografer, jadi dia mengambil gambar saya, normal saja. Dan anehnya bahwa pada saat itu aku merasa begitu tenang.

Aku tidak tahu apa yang kuharapkan, tetapi rasanya hal seperti itu adalah sesuatu yang besar di dalam fikiranku. Ketika saya melangkahkan kaki ke dunia, seolah-olah alam semesta berkata, “Kami telah melihat hal-hal yang lebih jauh asingnya dari kamu”, sehingga mungkin itu benar-benar tidak sedramatis seperti yang saya pikirkan sebelumnya.

3. Anda menulis dalam blog, “Menjadi Muslimah di negara Barat dapat sedikit menakutkan terutama pada tatapan!”. “Saya ingin memotivasi Muslimah dimanapun mereka berada”. Tetapi bagaimana Anda memotivasi diri sendiri terutama dari “tatapan” mereka itu?

· Saya pikir, saya menjadi “kurang sadar diri” akan hal itu, dengan begitu saya meminimalkan tatapan orang-orang. Atau mungkin saya hanya sedang tidak mencatat akan hal itu, saya pikir begitu. Pada awalnya dengan cara saya berpakaian, saya merasa “keluar dari kulit saya”, tidak nyaman, bagaimanapun kecilnya itu, lebih mudah mengangkat telepon. Tentu saja ada hari-hari ketika saya mendapatkan seseorang memberi saya tatapan kritis, tapi saya tahu mengapa saya berpakaian seperti yang saya lakukan, itu adalah penegasan konstan dari apa yang saya yakini. Saya kira Anda harus menerima bahwa orang akan memproyeksikan kesalahpahaman mereka sendiri kepada Anda, tetapi jangan pernah membiarkan hal itu menghalangi apa yang ingin Anda lakukan.

4. Perubahan apa yang Anda perhatikan dalam diri Anda atau sekitar Anda setelah memakai hijab?

· Perubahan terbesar adalah pada orang di sekitar saya, bahkan pada teman dekat saya. Saya bisa mengerti dengan semua konotasi yang datang kepada orang-orang berjilbab, mereka sedikit gelisah dengan hal itu. Hampir semua orang berpura-pura bahwa itu tidak ada, tetapi berpura-pura itu benar-benar buruk, sepertinya Anda bisa katakan begitulah tentang yang ada di fikiran mereka. Ketika saya lebih nyaman dengan itu semua, orang-orang pun lebih santai.

Secara umum dibutuhkan sekitar 5 menit bagi seseorang untuk berhenti berpikir ‘mengapa ia memakai hal itu di kepalanya’ dan kemudian mereka benar-benar memiliki percakapan dengan saya.

Bagi saya hal itu tidak pernah menjadi banyak masalah, toh itu hanya hal yang saya kenakan.

5. Bagaimana “Style Covered” mempengaruhi kehidupan Anda?

· Hal semacam itu memiliki dampak positif pada saya. Hanya untuk mengetahui bahwa orang lain akan melalui proses mental yang sama seperti saya, dan bahwa mereka mendapatkan apa yang saya coba lakukan. Ini adalah kurva belajar yang sangat curam dalam hal gaya dan kreativitas.

Bila Anda menempatkan diri di luar sana seperti itu dan Anda melihat setiap hari Anda menjadi sangat menyadari apa yang Anda suka dan tidak suka. Mungkin saya telah membuat sketsa sesuatu yang saya pikir pada awalnya itu hanya ‘OK’, setelah melihat itu selama 5 hari saya pikir, sebenarnya saya sudah agak jatuh cinta dengan hal itu.

6. Dapatkah Anda menjelaskan gaya Anda?

· Saya tidak pernah benar-benar tahu apa yang harus dikatakan ketika orang bertanya kepada saya akan hal itu. Saya kira karena itu seperti campuran yang “aneh”. Suatu hari saya akan menyalurkan “glamor” di Hollywood tua dan berikutnya saya akan terobsesi dengan “rock 90-an” atau “grunge”.

Saya cenderung untuk menjaga hal-hal bersahaja dan sederhana, mungkin itu akar Jepang saya. Aku benar-benar tertarik pada penjajaran juga, seperti melempar jaket kulit “vintage” yang lebih “maxi dress floral girly”.

7. Beritahu kami item favorit Anda dan item yang Anda hindari untuk memakainya?

· Perubahan ini hampir setiap minggu, tetapi sekarang saya suka di MAYSAA “rok jersey maxi” dan kemeja “denim vintage”.

Meskipun saya baru saja melalui beberapa sampel baru yang benar-benar membuat saya “tergila-gila” dengannya. Saya menghindari segala sesuatu yang tidak nyaman untuk dipakai, selain sepatu, saya memiliki koleksi indah “gila-gilaan”, sepatu ber-hak tinggi yang banyak saya pakai dan terus-menerus!

8. Sebagian orang mengatakan bergaya memerlukan biaya tinggi, sedangkan Islam mengajarkan kita untuk menjadi sederhana. apa pendapat anda tentang hal ini?

· Saya pasti tinggal jauh dari menampilkan kekayaan. Pakaian harus abadi dan bukan sesuatu yang akan dibuang setelah satu musim. Saya pikir itu sebabnya saya memiliki koneksi tersebut untuk pakaian-pakaian “vintage” dan saya selalu mencoba untuk memasukkan ke dalam desain saya sendiri.

Memiliki kepribadian dan Anda dapat menafsirkannya untuk menjadi bagian dari gaya Anda sendiri.

Saya suka bagaimana ini menjadi perlawanan kepada “logo gambar yang sarat fast fashion” dan mengurangi tentang “pembelian gaya”.

9. Apa pendapat Anda tentang perempuan berjilbab di Indonesia dibandingkan dengan negara lainnya?

· Saya mendapatkan begitu banyak inspirasi dari gadis-gadis Indonesia yang memakai jilbab. Bahkan Asia Tenggara pada umumnya memiliki kedalaman, sepertinya budaya itu begitu menawan.
Cara kalian memperlakukan warna tidak seperti di tempat lain, dan itu sesuatu yang saya sedang mencoba untuk memasukkannya ke dalam gaya saya sendiri.

Sungguh menakjubkan ekspresi diri dan berbagai gaya, itu adalah sesuatu yang sangat dekat dengan hati saya.

10. Apa yang menginspirasi Anda untuk membuat maysaa? Apa yang terjadi melalui pikiran Anda?

· Saya sudah mulai merancang dari sekitar usia 5 tahun, kedua orang tua saya adalah seniman jadi itu adalah lingkungan yang sangat kreatif untuk tumbuh, MAYSAA adalah puncak indah dari semua ekspresi kreatif dan kepribadian. Saya tidak bisa mengatakan pakaian yang hanya untuk wanita Muslim, atau untuk wanita non-Muslim karena hidup saya telah menjadi campuran. Saya suka merancang dari perspektif yang sangat pribadi, saya ingin berarti sesuatu kepada saya dan dengan melakukan itu mudah-mudahan itu akan berarti sesuatu untuk orang lain juga.

Kami sebagai penulis tidak bermaksud memberikan penilaian apapun kepada tokoh atau pihak manapun yang terlibat di dalam artikel ini.

Kami tulis ini sebagai wujud apresiasi atas semangat yang luar biasa dari para muallaf dunia dalam gema syiar Islamiyah.

Artikel ini telah ditranslasi dari:


Exclusive Interview with Mrs.Hana Tajima (StyleCovered) | Hijab Scarf

Dengan kesungguhan, penulis memohon maaf atas segenap kekeliruan dalam proses pengeditian.

Read more
· Style Spotted : Mrs.Hana Tajima (StyleCovered) |Hijab Scarf (koleksi foto)
· HIJAB dalam AL-QURAN dan HADIS (1) | Buletin Mitsal
· Hana Tajima Simpson: Muda, Modis, Enerjik, dan …(Kini) Muslim
· Sudahkah Syar’i Hijab Anda? – Eramuslim

Iklan